Kota Kupang sejak tahun 1970-an sampai saat ini terkenal dengan transportasi publik (umum) yang ramai dengan musiknya ibarat diskotik berjalan). Apakah tranportasi publik, angkutan kota (angkota) yang disebut bemo oleh warga Kota Kupang tersebut masih aman atau ramah bagi penumpang khususnya perempuan, anak, lansia dan disabilitas. Anna Djukana, reporter katantt.com meliput dan menulisnya.