KATANTT.COM---Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak semestinya dipandang sebagai ancaman yang akan menggantikan jurnalis. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi asisten kerja yang mempercepat pengolahan informasi, memperkuat kapasitas redaksi, sekaligus membuka peluang baru bagi media untuk mengembangkan produk dan sumber pendapatan.