Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Solidaritas Indonesia (DPC PSI) Kecamatan Mbeliling, Filmon Santoso.
KATANTT.COM---Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Manggarai Barat pada 29 September 2026, Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Solidaritas Indonesia (DPC PSI) Kecamatan Mbeliling, Filmon Santoso, mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bijak, sadar, dan bertanggung jawab.
Filmon mengajak masyarakat di 64 desa peserta Pilkades untuk tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan terjadinya perpecahan. Menurutnya, Pilkades merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan kepemimpinan sekaligus arah pembangunan desa dalam beberapa tahun ke depan.
Seruan tersebut disampaikan Filmon di ruang kerjanya di Labuan Bajo, Senin (28/9/2026).
Ia meminta seluruh masyarakat ikut menjaga proses demokrasi di tingkat desa agar berlangsung jujur, berintegritas, aman, tertib, dan damai.
“Berbeda pilihan adalah hal biasa. Menjaga persatuan dan kedamaian desa adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Filmon.
Menurut dia, masyarakat perlu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang rasional dengan melihat integritas, kapasitas, kapabilitas, serta rekam jejak masing-masing calon kepala desa.
“Pilihlah calon kepala desa yang memiliki integritas, kapasitas, kapabilitas dan loyalitas,” tuturnya.
Filmon juga mengingatkan warga agar tidak menentukan pilihan hanya karena kedekatan emosional, hubungan keluarga, tekanan dari pihak tertentu, maupun iming-iming tertentu.
Sebaliknya, masyarakat diharapkan mengenali setiap calon secara objektif, termasuk mencermati rekam jejak, visi dan gagasan, serta kemampuan calon dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan desa.
“Setiap suara memiliki arti. Satu suara hari ini dapat ikut menentukan arah pembangunan desa selama masa kepemimpinan berikutnya,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara sadar dan tidak memilih untuk golput.
Menurut Filmon, waktu beberapa menit yang digunakan warga di dalam bilik suara dapat menentukan kepemimpinan desa untuk beberapa tahun ke depan.
“Mari jadikan Pilkades sebagai momentum memilih pemimpin, bukan sekadar memilih orang. Pilih dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, berdasarkan rekam jejak dan kapasitas, serta tetap menjaga persaudaraan,” pungkasnya.