• Nusa Tenggara Timur

Ditpolairud Bantu Antar Jenazah Warga Kurang Mampu Hingga Ke Kabupaten TTS

Imanuel Lodja | Selasa, 09/06/2026 19:21 WIB
 Ditpolairud Bantu Antar Jenazah Warga Kurang Mampu Hingga Ke Kabupaten TTS Anggota Ditpolairud Polda NTT saat mengantar jenazah hingga ke Kabupaten TTS

KATANTT.COM--Nonia Nuban (58), ibu rumah tangga di Kupang meninggal dunia pada Senin (8/6/2026). Keluarga berkeinginan mengantar dan membawa jenazah warga Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang ke kampung halaman di RT 001/RW 001, Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Jarak antara Desa Bolok ke Desa Basmuti sangat jauh. Sekitar 147 kilometer. Sayang keinginan yang kuat membawa jenaxah ke Desa Basmuti terbentur dengan kondisi ekonomi keluarga..

Rasa pesimis keluarga berubah menjadi sebuah harapan nyata saat anggota Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) hadir memberikan bantuan yang tak pernah mereka bayangkan.

Ditpolairud Polda NTT mengambil peran kemanusiaan dengan mengantarkan jenazah almarhumah ke kampung halamannya di Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTSl yang berjarak sekitar 147 kilometer

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sekaligus wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan setelah personel Polisi RW Ditpolairud menerima informasi dari warga terkait kondisi keluarga yang tidak memiliki kemampuan untuk membiayai transportasi jenazah menuju kampung halaman.

"Ketika kami menerima informasi bahwa keluarga mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu membawa jenazah almarhumah ke tempat pemakaman di kampung halamannya, kami langsung mengambil langkah cepat. Ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan sekaligus bakti sosial Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80," kata Irwan Deffi Nasution, Senin (8/6/2026).

Sebelum proses keberangkatan dilakukan, personel Ditpolairud terlebih dahulu memastikan seluruh dokumen administrasi dan surat keterangan kematian telah lengkap.

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak keluarga dan pemerintah desa agar proses pemakaman dapat berlangsung dengan baik setelah jenazah tiba di Kabupaten TTS. Menggunakan ambulans milik Ditpolairud Polda NTT, perjalanan panjang pun dimulai.

Bagi personel yang bertugas, perjalanan tersebut bukan sekadar mengantar jenazah, melainkan bentuk penghormatan terakhir kepada seorang ibu yang ingin kembali ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan bersama keluarga besarnya.

Di sepanjang perjalanan, rasa empati menjadi penggerak utama. Sebab bagi keluarga almarhumah, bantuan tersebut sangat berarti dan meringankan beban yang sedang mereka hadapi di tengah suasana duka.

Irwan Deffi Nasution menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat.

"Polri harus hadir dalam setiap kesulitan masyarakat. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kemanusiaan.

"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tambahnya.

Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer, jenazah Nonia Nuban akhirnya tiba dengan selamat di Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kehadiran Polri bukan hanya dirasakan saat masyarakat membutuhkan perlindungan hukum, tetapi juga ketika mereka membutuhkan uluran tangan di saat-saat paling sulit dalam kehidupan.

Bagi keluarga almarhumah, bantuan itu tidak akan pernah terlupakan. Sedangkan bagi Ditpolairud Polda NTT, perjalanan sejauh 147 kilometer itu menjadi bukti bahwa pengabdian sejati selalu dimulai dari kepedulian terhadap sesama.

FOLLOW US